Info Terbaru Surabaya:

Temukan daftar alamat toko perlengkapan bayi (baby shop) baik offline maupun online selengkapnya disini!

Jumat, Maret 27, 2015

Kota Surabaya Dahulu Dan Sekarang

Kota Surabaya

Dahulu tahun 80-an dan 90-an hingga ke awal millenium baru Kota Surabaya identik dengan kota pelabuhan yang panas, tetapi menjadi pusat distribusi barang dan perdagangan di wilayah Indonesia barat yang berbatasan dengan bagian timur. Saat bertanya kepada orang asing yang berkunjung ke Surabaya, bagaimana kesannya liburan di kota ini? Jawabannya akan hampir mirip, yakni "panas."

Pertempuran tanggal 10 November di Kota Surabaya yang ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional

Hal kedua selain dari Kota Pahlawan mengingat terjadinya pertempuran besar melawan penjajah yang membumihanguskan kota ini pada tanggal 10 November yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional Republik Indonesia, yang membuat Surabaya dikenal dan diingat banyak orang adalah Lokalisasi Gang Dolly, yang diperkirakan merupakan salah satu lokalisasi terbesar di regional Asia Tenggara. Dengan kulturnya sebagai kota pelabuhan, dimana banyaknya pelaut dan pedagang yang hilir mudik melintasi kota ini, prostitusi kemudian berkembang menjadi bisnis yang menggiurkan.

Wisma-Barbara-Tampak-Gang-Dolly-Surabaya
Suasana di Lokalisasi Gang Dolly, Surabaya.

Di kota ini juga sangat banyak bangunan tua warisan peninggalan zaman penjajahan Belanda yang walaupun terkesan tidak terawat namun masih berdiri dengan sangat kokoh di berbagai sudut kota ini. Tidak lupa dengan ikon pusat perbelanjaan yang sangat terkenal dengan lagunya "Rek ayo Rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan..". Ya, pusat perbelanjaan pertama di Kota Surabaya ini memang menjadi ikon dari awal mula pembangunan Surabaya menjadi kota modern yang berkembang mengikuti pusat Ibukota Jakarta. Dulu belum lengkap rasanya jika berlibur ke Surabaya tanpa mengunjungi Mall ini. Tetapi itu dulu, kini kota ini sudah memiliki setidaknya 33 Mall dan pusat perbelanjaan sebagaimana yang tertulis di salah satu artikel infosby.asia. Kota ini pun menjadi metropolis, lengkap dengan kemacetan dan banjir yang turut meniru pusat pemerintahan tersebut.

Berubahnya Image Kota Pahlawan

Tetapi image tersebut perlahan mulai hilang. Adalah seorang Tri Rismaharini, seorang wanita yang kini menjabat sebagai Walikota Surabaya yang berjuang keras untuk mengubah wajah panas dan semrawut kota ini menjadi semakin bersih dan nyaman untuk ditinggali.

Tri-Risma-Rismaharini-Walikota-Surabaya
Tri Rismaharini, Walikota Perempuan yang sukses mengubah wajah Surabaya.

Image kota yang panas diimbangi dengan memperbanyak taman-taman kota yang membuat jalan-jalan menjadi semakin sejuk dan indah dipandang. Sepertinya walikota yang satu ini tahu bahwa jalanan yang sejuk dan enak dilihat juga berpengaruh pada psikologis warga kotanya yang menjadi semakin adem dan tentrem. Salah satu dari taman yang namanya menjulang akibat perubahannya yang makin elok adalah Taman Bungkul, dimana taman ini disulap menjadi taman kota cantik dan meraih sejumlah penghargaan.

Taman Bungkul Surabaya

Tampak Warga Surabaya Menikmati Keindahan Taman Bungkul Sembari Bersepeda.

Ibu Risma juga menunjukkan tangan besi dengan menutup lokalisasi terbesar di kota ini (dan mungkin terbesar di Asia Tenggara) yang sudah puluhan tahun berdiri tanpa ada satupun pemimpin yang berhasil menutupnya secara permanen. Ia tidak takut walaupun mendapat perlawanan sengit dari warga sekitar yang merasa mata pencahariannya terganggu, maupun pihak-pihak yang selama ini mendapat keuntungan dari adanya pusat prostitusi ini. Dengan bantuan aparat pemkot, polisi, dan TNI, Risma memimpin proses penutupan yang disertai dengan pengalihan profesi para PSK dimana mereka dilatih untuk menjalani pekerjaan baru sekaligus diberikan modal awal untuk usaha. Sementara para pemilik rumah bordil bisa bernafas lega karena asset mereka juga dibeli oleh pemerintah.

Salah satu yang mungkin belum dapat ditangani oleh Ibu Walikota ini adalah masalah banjir dan kemacetan yang mulai meniru Ibukota DKI Jakarta. Walaupun banjir tidak separah Ibukota yang berdampak massif, tetapi macetnya rutin terjadi setiap hari di ruas-ruas jalan protokol. Hal tersebut sebenarnya sudah berusaha diurai oleh Pemkot dan Pemerintah Jatim dengan dibangunnya jalan penyokong Frontage Road di beberapa ruas dan direncanakannya pembangunan Mass Rapid Transit yang masih belum terealisasi sepenuhnya.

Mari kita doakan saja Ibu Risma dengan dibantu Gubernur Jatim dan Pemerintah Pusat mampu menjalankan program-program yang bisa membuat Kota Surabaya menjadi lebih baik dan terhindar dari benang kusut permasalahan seperti yang melanda ibukota negara ini.
Share it Please

Adrian Subastian

Menyediakan beragam info penting tentang Surabaya, Kota Pahlawan. Kagum dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang berdedikasi tinggi terhadap warga kota dan keindahan serta kebersihan Kota Surabaya. Mencintai Surabaya.

0 komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklan Disini

Pasang Iklan Disini
Punya bisnis di Surabaya? Toko Online? Pasang iklan di www.InfoSby.asia hanya Rp 175rb/tahun! Jasa tautbalik & review usaha di Surabaya agar lebih mudah ditemukan di Google hanya Rp50rb. info: gdeadrian (at) gmail (dot) com

Kota Surabaya

Kota Surabaya
Logo Kotamadya Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur
Copyright @ 2013 Info Sby. Designed by Templateism | Content by: AdrianoizE